Kemudian, sebanyak 1.140 kilogram didistribusikan ke Lombok Tengah dan 1.300 kilogram ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Program tersebut turut memberikan dampak terhadap inflasi. Pada April 2026, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang menyumbang deflasi seiring mulai meredanya tekanan harga pangan setelah Ramadan dan Idulfitri.
Sementara itu, fluktuasi harga cabai rawit dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kemarau berkepanjangan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti trips dan kutu kebul, hingga alih tanam petani ke komoditas lain.
Sementara itu, fluktuasi harga cabai rawit dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kemarau berkepanjangan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti trips dan kutu kebul, hingga alih tanam petani ke komoditas lain.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Kementan Sudi Mardianto memastikan produksi cabai rawit nasional masih mencukupi hingga akhir tahun. Pada September 2026, produksi cabai rawit nasional diperkirakan mencapai sekitar 119 ribu ton.
"Untuk cabai rawit secara nasional itu produksinya di bulan September itu sekitar 119 ribu ton. Di Jawa Timur itu Banyuwangi standing crop yang ada sekarang sekitar 1.486 hektare. Kemudian di Sampang itu ada 1.691 hektare. Itu produksinya sudah mulai tinggi sekitar 5 ribuan," urai Sudi.
Sementara untuk wilayah Jawa, produksi cabai rawit masih terpusat di Temanggung, Brebes, dan Magelang. Meski produksi di sejumlah wilayah tersebut masih relatif rendah karena sebagian besar baru memasuki masa tanam, pasokan tersebut diperkirakan dapat membantu mengantisipasi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru.
Sudi juga mengatakan petani cabai rawit binaan Kementan siap mendukung program penstabilan harga pemerintah. Program FDP dapat segera dilaksanakan bersama-sama untuk mengguyur daerah yang mengalami harga cabai rawit yang berfluktuasi tinggi.
"Nah seandainya nanti ada program pemerintah untuk dapat melakukan distribusi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, artinya dari produksi yang ada. Mereka sudah bersiap untuk dapat membantu mengendalikan daerah-daerah yang harga cabai rawitnya tinggi. Mereka prinsipnya sudah siap untuk dapat membantu mensuplai daerah-daerah yang harganya cukup tinggi," pungkas Sudi.
(Taufik Fajar)