Sejalan dengan itu, tren berbeda justru ditunjukkan oleh pasar mobil ramah lingkungan bekas. Penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik maupun hibrida bekas meroket 103,06 persen secara tahunan hingga mencapai Rp1,52 triliun.
Meski menghadapi tren perlambatan secara umum, industri pembiayaan dinilai masih memiliki ceruk pertumbuhan yang belum tergarap secara optimal. Regulator meminta para pelaku usaha segera menyesuaikan strategi pemasarannya agar mampu menjawab pergeseran selera konsumen otomotif modern.
"Pembiayaan kendaraan masih menghadapi tantangan, sehingga ke depan multifinance perlu memperkuat diversifikasi produk, meningkatkan kualitas layanan, serta menyesuaikan skema pembiayaan dengan kebutuhan dan preferensi konsumen dengan tetap memperhatikan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan pelindungan konsumen," urai Agusman.
(Feby Novalius)