Anggaran BGN 2027 Rp240,2 Triliun, MBG Dapat Jatah 99,84 Persen

Niko Prayoga , Jurnalis
Kamis 17 September 2026 19:19 WIB
Anggaran BGN 2027 (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan pagu anggaran BGN untuk tahun anggaran 2027 ditetapkan sebesar Rp240,2 triliun. Dari total dana tersebut, porsi terbesar yakni sebesar 99,84 persen atau senilai Rp232,50 triliun dialokasikan khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Sudaryono saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Sudaryono menjelaskan bahwa penetapan angka Rp240,2 triliun tersebut telah mengalami penyesuaian dari usulan awal. Berdasarkan Surat Bersama Pagu Indikatif Kementerian per 7 Mei 2026, pagu awal BGN sempat diusulkan mencapai Rp270,2 triliun.

“Selanjutnya, pada tanggal 5 Agustus 2026, terdapat Surat Bersama Pagu Anggaran Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas terdapat efisiensi sebesar Rp30 triliun sehingga alokasi pagu anggaran BGN tahun 2027 ditetapkan menjadi sebesar Rp240,2 triliun,” kata Sudaryono.

Meskipun terdapat pemangkasan anggaran untuk efisiensi, BGN berikhtiar menjaga efektivitas program dengan memprioritaskan intervensi gizi pada sasaran utama, yakni peserta didik di lembaga pendidikan serta kelompok 3P (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Dari sisi struktur belanja, anggaran BGN 2027 terbagi menjadi dua fokus utama, yakni Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp232,87 triliun (96,95 persen) dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp7,33 triliun (3,05 persen).

“Jadi dari besar anggaran BGN ini, 97 persen kira-kira hampir itu kemudian dikonversi menjadi makanan, sementara 3 persennya adalah dukungan manajemen,” jelas dia.

Lebih detail, dari porsi Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp232,87 triliun, dana sebesar Rp232,50 triliun (99,84 persen) langsung dialokasikan untuk pelaksanaan program MBG. Sementara sisanya, yaitu Rp373 miliar, difokuskan pada kegiatan non-teknis pendukung.

 

“Sisanya, Rp373 miliar dialokasikan untuk kegiatan non-teknis MBG pemenuhan gizi seperti standarisasi dapur SPPG, pelatihan petugas penyaji makanan, pemantauan kualitas, sehingga menjamin mutu dan keamanan di seluruh wilayah kerja. Dengan komposisi ini, BGN sesungguhnya membangun bukan hanya program pemberian makanan, tapi sebuah ekosistem pemenuhan gizi nasional yang menyeluruh,” tegas Sudaryono.

Dari alokasi tersebut, BGN membidik total target penerima manfaat mencapai 72.464.886 jiwa (sekitar 72,5 juta orang) di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2027.

Penerima manfaat ini terbagi ke dalam dua kelompok sasaran utama. Pertama adalah peserta didik dan tenaga Pendidik yang dialokasikan anggaran sebesar Rp198,96 triliun untuk menjangkau 60.599.777 penerima manfaat secara bertahap. Cakupannya mencakup siswa PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, SLB, santri di pondok pesantren, hingga guru dan tenaga kependidikan.

Kedua adalah kelompok 3P (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) yang dialokasikan anggaran sebesar Rp33,54 triliun untuk 11.865.109 penerima manfaat. Rinciannya mencakup sekitar 8 juta balita, 1,75 juta ibu hamil, dan 2 juta ibu menyusui.

Sudaryono berharap dengan penetapan pagu anggaran ini, BGN dapat menjalankan intervensi gizi secara merata dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM nasional.

“Dengan terpenuhinya alokasi anggaran tersebut, kami berharap pelaksanaan kegiatan pemenuhan gizi tahun 2027 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh kelompok sasaran di seluruh Indonesia,” pungkas dia.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya