Pendaftaran landing page UMKM Sumatera Bangkit terbuka bagi pemilik usaha dari tiga provinsi terdampak bencana. Untuk bergabung, pemilik usaha harus terdaftar melalui aplikasi SAPA UMKM, memiliki akun marketplace aktif, serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Education Specialist Tokopedia dan TikTok Shop Surya Sastriando memberikan pendampingan mengenai pembuatan akun marketplace, tata cara bergabung dalam landing page UMKM Sumatera Bangkit dan kampanye Beli Lokal, serta strategi promosi untuk menarik konsumen.
UMKM terdampak bencana dapat bergabung dengan landing page dengan ketentuan proses produksi dan produk yang dipasarkan merupakan produk lokal. Pemilik usaha selanjutnya membuat akun penjual di Tokopedia atau TikTok Shop dan mengisi formulir registrasi yang disediakan platform.
Setiap UMKM yang bergabung juga diwajibkan terdaftar dalam aplikasi SAPA UMKM. Integrasi tersebut diperlukan agar Kementerian UMKM dapat melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan pemulihan usaha pascabencana.
Sejumlah pemilik usaha terdampak bencana yang mengikuti sosialisasi mengapresiasi pendampingan pemerintah melalui Klinik UMKM Bangkit. Salah satunya Jarjani, pemilik usaha garam dari Desa Lancang Paru, Pidie Jaya, yang merasa terbantu dengan layanan tersebut dalam proses pemulihan usahanya.
Manfaat serupa dirasakan Bagas Pradipta, pemilik usaha kopi di Desa Meureuduyang. Menurut dia, pendampingan pemasaran digital membuka wawasan baru untuk memperluas jangkauan produk.
"Lewat sosialisasi ini, saya jadi bisa mendapatkan wawasan tentang cara pemasaran produk yang lebih luas," ujar Bagas.
Sementara itu, Khairunisa, penjual risol sayur dari Blang Cut, Pidie Jaya, menilai landing page UMKM Sumatera Bangkit dapat menjadi kanal tambahan untuk memasarkan produknya sekaligus membantu menjaga harga jual agar tetap sesuai dengan kondisi pasar.
Selain membuka akses pemasaran digital, Kementerian UMKM mengaktifkan Klinik UMKM Bangkit di tiga provinsi terdampak bencana untuk memberikan pendampingan dalam aspek pembiayaan, pemasaran, dan produksi hingga usaha kembali pulih.
Setiap klinik dilengkapi tiga tenaga pendamping yang bertugas membantu UMKM memperoleh akses relaksasi pinjaman dan kecukupan modal, memastikan usaha yang masih berproduksi mendapatkan akses pasar, serta memberikan alternatif solusi bagi pemilik usaha yang kegiatan produksinya terhenti akibat bencana.
Pemerintah Aceh turut mendukung proses pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit dan menyatakan kesiapan berkontribusi dalam berbagai program pemulihan ekonomi bagi pemilik usaha terdampak bencana.
Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan platform digital tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan usaha, menjaga keberlanjutan produksi, serta memperluas akses pasar sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali bergerak.
"Klinik UMKM Bangkit harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin agar UMKM kembali pulih. Sementara fasilitas landing page akan memperluas jangkauan pembelian produk-produk UMKM yang terdampak bencana," kata Ari.
(Taufik Fajar)