Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Tegaskan Pencopotan Purbaya dari Menkeu Bukan karena Kinerja Buruk

Felldy Utama , Jurnalis-Kamis, 17 September 2026 |21:34 WIB
Pemerintah Tegaskan Pencopotan Purbaya dari Menkeu Bukan karena Kinerja Buruk
Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tenaga Ahli Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Fithra Faisal menampik kabar yang menyebut pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) akibat tak dapat memenuhi ekspektasi yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto.

Fithra menegaskan bahwa pencopotan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan masalah kinerja atau kegagalan target ekonomi. Ia bahkan mengibaratkan situasi tersebut seperti seorang bintang sepak bola yang ditarik keluar pelatih sesaat setelah mencetak gol.

"Bayangkan dalam sebuah pertandingan sepak bola, Kylian Mbappe mencetak dua gol, dan ketika dia sedang merayakan gol, tiba-tiba (pelatih) Mourinho langsung memanggilnya untuk melakukan pergantian pemain. Itu yang juga terjadi dengan Pak Purbaya, tidak ada masalah. Beliau adalah pencetak gol ulung," kata Fithra dalam program Interupsi, Kamis (17/9/2026).

Sebagai bukti bahwa kinerja ekonomi di bawah kepemimpinan Purbaya tidak bermasalah, Fithra memaparkan sejumlah data pencapaian makroekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional berada di jalur yang sangat positif.

"Kalau kita lihat bagaimana pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I sebesar 5,61 persen, kuartal II sebesar 5,29 persen, dan secara rata-rata semester I mencapai 5,45 persen. Itu sudah di atas rata-rata 10 tahun terakhir," ujarnya.

Ia menambahkan, jika merujuk pada rentang tahun 2014 hingga 2024 (dengan mengecualikan masa pandemi), rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,07 persen. Dari indikator ini, kata Fithra, Purbaya sejatinya telah menorehkan "gol" yang signifikan bagi perekonomian negara.

Dari sisi fiskal, Fithra juga memastikan tidak ada persoalan mendasar. Berdasarkan laporan semester I APBN, pendapatan negara (revenue) tercatat mencapai Rp1.459 triliun atau tumbuh secara year-on-year (yoy) sebesar 21,4 persen. Sementara dari sisi belanja negara tercatat sebesar Rp1.656 triliun dengan pertumbuhan 17,8 persen (yoy). 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement