JAKARTA - Visa Business and Economic Insights memproyeksikan belanja barang mewah menggunakan kartu yang diterbitkan di Indonesia mencapai USD3,1 miliar di 2026.
Angka itu mencakup transaksi pemegang kartu Indonesia di berbagai negara, sehingga tidak terbatas pada pembelian di dalam negeri.
Di sisi lain, JLL memperkirakan Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN dengan pertumbuhan jumlah konsumen barang mewah yang kuat.
Perkembangan itu turut membuka pembahasan mengenai bagaimana pemilik dapat mengelola nilai aset setelah pembelian, termasuk ketika membutuhkan fleksibilitas finansial.
Perusahaan luxury asset financing Luxpawn menawarkan pembiayaan berbasis aset sebagai salah satu pilihan bagi pemilik yang membutuhkan likuiditas tanpa harus langsung menjual asetnya.