Sementara itu, perwakilan keluarga korban penembakan, Yohanis Tonglo menyampaikan apresiasi atas bantuan dan perhatian pemerintah kepada keluarga korban.
"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah menaruh perhatian besar kepada kami keluarga korban, khususnya anak-anak kami," kata Yohanis.
Menurut Yohanis, bantuan tersebut akan membantu keluarga korban memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan. Yohanis juga mengapresiasi kebijakan Bulog yang merekrut masing-masing satu orang dari tiga keluarga korban untuk menjadi karyawan.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dirut Bulog yang kemarin sudah mengakomodir masing-masing satu keluarga untuk dipekerjakan di Bulog. Ini menjawab pergumulan kami juga," ujarnya.
Dia mengatakan, salah satu anaknya bahkan sempat menyampaikan keinginan untuk berhenti kuliah agar dapat bekerja dan membantu adik-adiknya setelah orang tuanya meninggal.
"Anak saya yang pertama merangkul saya dan membisikkan, 'Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya.' Tapi Tuhan ternyata Maha Besar, Tuhan mengirim malaikat kepada kami lewat Pak Dirut untuk menjawab kekhawatiran kami ini," tutur Yohanis.
Untuk diketahui, tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan gugur setelah ditembak oleh KKB pada Rabu, 9 September 2026. Mereka adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan dan Wili Mbuik.
(Dani Jumadil Akhir)