Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Agustina Wulandari , Jurnalis
Kamis 24 September 2026 15:54 WIB
Kapasitas pelabuhan naik. (Foto: dok Pelindo)
Share :

"Pelabuhannya sudah bagus, peralatannya lengkap, tetapi dari sana belum ada lapangan  penumpukan atau gudang di belakang pelabuhan," katanya. 

Menurut Wahyono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas terminal  perlu direncanakan bersama dengan kesiapan simpul logistik lainnya. Jika tidak, antrean dan  kepadatan berpotensi berpindah dari terminal menuju depo, trucking, gudang maupun  jaringan jalan. 

Produktivitas Terminal 

Produktivitas Terminal. (Foto: dok Pelindo)

Dari sisi pelayaran, peningkatan kapasitas dan produktivitas terminal tetap dinilai penting  untuk mendukung efisiensi operasional kapal. Ketua DPC INSA Semarang,Hari Ratmoko, mengatakan produktivitas terminal peti kemas saat ini sebenarnya sudah cukup baik. Namun,  peningkatan kapasitas dermaga dan kedalaman alur tetap diperlukan untuk mengakomodasi  pertumbuhan trafik kapal. 

“Semakin lancar bongkar muat, maka akan semakin efisien dan efektif waktunya dan shipping  line akan senang. Waktu sandar di Pelabuhan Tanjung Emas cepat, bongkar cepat, memuat  cepat dan bisa menuju ke pelabuhan berikutnya sesuai schedule,” ujarnya. 

Peningkatan produktivitas di terminal harus berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas  penyangga di luar terminal. Dalam konteks tersebut, depo kontainer memiliki peran penting  dalam menjaga kelancaran rantai pasok. 

“Depo kontainer itu cukup punya peran penting dalam supply chain,” katanya. Depo tidak  hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan kontainer kosong, tetapi juga dapat menjadi  buffer ketika lapangan penumpukan di dalam pelabuhan mulai mengalami kepadatan. 

Sementara, Ketua DPC Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Supriyono,  mengatakan kondisi pada awal semester II 2026 di sisi darat Pelabuhan Tanjung Emas  Semarang saat ini relatif lancar. Perputaran truk tidak lagi menghadapi kepadatan seperti  pada awal tahun. 

“Sekarang sudah lancar untuk perputaran truk di Pelabuhan Tanjung Emas. Tidak ada  kendala lagi karena kondisi yard di pelabuhan juga tidak sepadat di awal-awal tahun,” ucapnya.

Meski demikian, menurut Supriyono, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi  untuk menjaga kelancaran operasional. Salah satunya perubahan jadwal kapal yang dapat  membuat truk harus menunggu lebih lama. 

Begitu pula dengan implementasi Terminal  Booking System (TBS) yang masih bisa dioptimalkan terkait ketersediaan slot kendaraan.  Aptrindo turut mendorong agar depo kontainer di Semarang dapat beroperasi selama 24 jam  sehingga pergerakan kontainer dapat lebih fleksibel dan antrean kendaraan dapat ditekan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelancaran terminal tidak hanya ditentukan oleh  kemampuan alat bongkar muat, tetapi juga oleh koordinasi jadwal kapal, ketersediaan slot  kendaraan, serta kesiapan fasilitas setelah kontainer meninggalkan terminal. 

Tantangan di Kawasan Timur 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya