Merespons tingginya angka potensi kerugian tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengencangkan sinergi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kementerian/lembaga, serta pelaku industri demi menjaga keandalan infrastruktur pembayaran nasional.
"Menjadi tugas kami untuk menciptakan sistem pembayaran beserta ekosistemnya yang andal, aman, dan dapat dipercaya," tegas Destry.
Di luar aspek mitigasi risiko, Destry menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang aman memiliki spektrum manfaat yang luas bagi perekonomian domestik, termasuk menopang efisiensi jalur distribusi logistik dan pengendalian inflasi daerah.
"Menangani inflasi pun menggunakan digitalisasi. Kehadiran digital, e-commerce, dan logistik juga membantu mengurangi tekanan inflasi di daerah," ungkap Destry..
Destry menilai, menjaga integritas keamanan digital merupakan syarat mutlak agar momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap berdaya tahan di tengah ketidakpastian global. Akselerasi digital yang aman dipastikan akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
(Dani Jumadil Akhir)