TKA Banyak Isi Posisi Ini, Menaker Petakan Kebutuhan Skill Tenaga Kerja RI

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 24 September 2026 21:46 WIB
Data TKA tidak hanya penting untuk mengetahui jumlah dan persebaran tenaga kerja asing. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan data tenaga kerja asing (TKA) dapat menjadi indikator untuk memetakan kebutuhan keterampilan yang tengah dicari dunia usaha dan industri.

Menurut Yassierli, jenis pekerjaan yang banyak diisi TKA dapat menunjukkan kompetensi tertentu yang masih dibutuhkan pasar kerja Indonesia. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi acuan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kalau kita punya data yang cukup baik, kita akan bisa melihat TKA itu banyaknya pada pekerjaan apa. Oh, ternyata banyaknya pada process engineer dan macam-macam. Artinya pasar kerja sedang membutuhkan ini," kata Yassierli dalam keterangan resmi, Kamis (23/9/2026).

Yassierli mengatakan pemetaan tersebut juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi jabatan atau keahlian yang berpotensi menjadi kebutuhan penting pada masa mendatang. Pemerintah bahkan dapat menggunakan informasi itu sebagai dasar penyusunan critical occupation list atau daftar jabatan kritikal.

"Bisa jadi ke depan kita merencanakan critical occupation list, istilahnya jabatan-jabatan kritikal ke depan. Dan institusi pendidikan pasti menunggu informasi ini," ujarnya.

Menurut Yassierli, data TKA tidak hanya penting untuk mengetahui jumlah dan persebaran tenaga kerja asing, tetapi juga untuk memahami kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Dengan demikian, informasi tersebut dapat menjadi masukan bagi institusi pendidikan dalam menyesuaikan penyiapan kompetensi lulusan.

Di sisi lain, Yassierli menekankan bahwa validasi penggunaan TKA tidak boleh hanya dipandang sebagai proses administratif. Informasi mengenai jabatan, kualifikasi, tenaga kerja pendamping, hingga pelaksanaan alih keahlian dan teknologi perlu diperhatikan dalam proses tersebut.

Hal ini diperlukan agar keberadaan TKA juga dapat memberikan nilai tambah terhadap peningkatan kapasitas tenaga kerja Indonesia.

Kegiatan Sinergitas Pembinaan dan Pengendalian Penggunaan TKA tersebut diikuti petugas validasi pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan TKA (DKPTKA). Validasi yang akurat dinilai penting untuk menghasilkan data penggunaan TKA yang dapat mendukung pembinaan dan pengendalian.

Yassierli juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, data penggunaan TKA di daerah dapat melengkapi pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara nasional.

"Dengan data yang baik, data yang akurat, data yang cukup, kita akan bisa menyusun kebijakan yang berbasis data," kata Yassierli.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya