Di sisi valuasi, saham TUGU diperdagangkan pada sekitar 0,5 kali price-to-book value proyeksi 2026 menurut riset Trimegah. Angka itu berada di bawah rata-rata perusahaan asuransi umum domestik pembanding yang mencapai sekitar 1,3 kali.
Valuasi yang relatif rendah turut menjelaskan tingginya estimasi dividend yield. Ketika harga saham berada di level yang rendah dibandingkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan membagikan dividen, yield yang diperoleh investor menjadi lebih besar.
Kombinasi valuasi dan dividen memberi investor dua hal untuk dicermati: perkembangan harga saham seiring pertumbuhan laba, serta potensi pendapatan tunai dari pembagian keuntungan perusahaan.
Dari sisi rekam jejak, Trimegah mencatat rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) TUGU secara historis berada di kisaran 40% dari laba. Untuk tahun buku 2025, porsinya meningkat menjadi 50%.
Kenaikan DPR tersebut memperkuat daya tarik dividen TUGU. Meski demikian, besaran dividen pada tahun-tahun berikutnya tetap akan bergantung pada laba yang terealisasi dan keputusan pemegang saham.
(Dani Jumadil Akhir)