Intip Peluang Infrastruktur di Tengah Ekspansi Industri RI

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 29 September 2026 10:18 WIB
Intip Peluang Infrastruktur di Tengah Ekspansi Industri RI (Foto: CDIA)
Share :

JAKARTA - Perkembangan kawasan industri tidak hanya mendorong aktivitas produksi, tetapi juga meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur penunjang. Listrik, air, kepelabuhanan, fasilitas penyimpanan, hingga jasa logistik menjadi bagian penting dalam menopang kegiatan industri. 

Kondisi tersebut membuka ruang bagi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) untuk mengembangkan bisnis infrastruktur yang terintegrasi dengan ekosistem industri di Cilegon, Banten.

Head of Equity Research KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana, mengatakan, CDIA mengembangkan empat pilar bisnis, yakni energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik. Infrastruktur tersebut terhubung dengan aktivitas industri di Kawasan Industri Krakatau (KIK) dan wilayah sekitarnya yang menjadi salah satu kawasan industri berat dan petrokimia.

"CDIA berada pada ekosistem yang kebutuhan infrastrukturnya mengikuti perkembangan aktivitas industri. Karena itu, pertumbuhan kawasan dapat membuka peluang bagi peningkatan permintaan terhadap energi, utilitas maupun layanan logistik,” ujar Fikri di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Laporan riset KB Valbury Sekuritas mencatat, pendapatan CDIA pada semester I 2026 mencapai USD82,1 juta, tumbuh 22,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh bisnis energi dan logistik.

Pendapatan segmen energi mencapai USD51,8 juta atau meningkat 5,4 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan logistik tumbuh lebih tinggi sebesar 80,2 persen menjadi USD27 juta.

Pertumbuhan pendapatan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tekanan biaya. Biaya pendapatan meningkat 30,9 persen, sementara beban operasional melonjak 103,2 persen secara tahunan. Meski demikian, perkembangan kawasan industri masih menjadi salah satu faktor yang membuka ruang pertumbuhan bagi bisnis infrastruktur CDIA.

"KIK I dan KIK II, misalnya, telah mencatat tingkat okupansi masing-masing sekitar 73 persen dan 92 persen. Sementara itu, KIK III masih dalam tahap pengembangan untuk mendukung ekosistem petrokimia dan kendaraan listrik, dengan sekitar 253 hektare lahan yang belum dikembangkan,” tambah Fikri.

Ekspansi kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan energi dan utilitas. Riset KB Valbury memperkirakan konsumsi listrik nasional tumbuh sekitar 5 persen per tahun hingga 2034, sedangkan kebutuhan listrik sektor industri diproyeksikan tumbuh lebih tinggi, sekitar 5,9 persen per tahun.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya