Co-firing Amonia Disiapkan di PLTU Labuan, Uji Coba Dimulai 2027

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 01 Oktober 2026 20:01 WIB
Co-firing Amonia Disiapkan di PLTU Labuan, Uji Coba Dimulai 2027 (Foto: Ilustrasi PLN EPI)
Share :

Potensi Teknologi Terus Dikaji

Dalam diskusi tersebut, panel juga membahas peluang penerapan cofiring amonia dengan persentase lebih tinggi pada konfigurasi pembangkit tertentu. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah PLTU Jawa 9 dan 10 berkapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW).

Berdasarkan kajian yang disampaikan dalam forum, konfigurasi teknologi pada pembangkit tersebut dinilai memiliki potensi teknis untuk mendukung co-firing amonia hingga 60 persen dengan modifikasi tertentu. Keberadaan teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) juga menjadi aspek penting dalam pengendalian emisi nitrogen oksida (NOx), mengingat penggunaan amonia dalam proses pembakaran perlu memperhatikan potensi pembentukan emisi tersebut.

Namun, potensi hingga 60 persen tersebut merupakan hasil kajian pada konfigurasi pembangkit tertentu dan bukan target implementasi PLN EPI untuk seluruh PLTU. PLN EPI tetap menempuh pengembangan secara bertahap, dimulai dari pilot project hingga 3 persen untuk memperoleh data teknis dan keekonomian sebagai dasar pengembangan tahap berikutnya.

Bagian dari Roadmap Dekarbonisasi

Pengembangan hidrogen dan amonia menjadi salah satu bagian dari agenda jangka panjang PLN Group menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060. Dalam tahapan transisi tersebut, berbagai opsi teknologi dikembangkan secara bertahap, mulai dari biomass co-firing, peningkatan efisiensi pembangkit, hingga pemanfaatan hidrogen dan amonia pada fase berikutnya.

Hokkop menjelaskan, pengembangan teknologi rendah karbon perlu mempertimbangkan kondisi sistem ketenagalistrikan dan keberadaan aset pembangkit yang saat ini masih beroperasi. Karena itu, proses transisi membutuhkan tahapan yang terukur dengan tetap menjaga keandalan sistem.

“Untuk Indonesia, pembangkit yang ada sudah berjalan. Tidak mungkin semuanya langsung diganti dengan energi terbarukan. Jadi, transisi harus dilakukan secara bertahap,” ujar Hokkop.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya