Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.913 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 12 Oktober 2026 15:46 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

Sebuah kapal tanker dihantam oleh pesawat nirawak (drone) di dekat area labuh jangkar Sohar, Oman, sementara kapal tanker lainnya mengalami kerusakan akibat proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz; demikian dilaporkan oleh United Kingdom Maritime Trade Operations pada akhir pekan lalu.

Pernyataan terbaru dari pejabat The Fed juga membuka peluang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Gubernur The Fed Christopher Waller menyampaikan pandangan serupa, dengan mengisyaratkan kemungkinan "kenaikan tambahan" jika data ekonomi bergerak sesuai perkiraan.

"Minggu ini pasar akan mencermati data inflasi tingkat konsumen dan produsen, yang akan disusul oleh data penjualan ritel dan juga pernyataan beberapa pejabat The Fed," kata Ibrahim.

Dari sentimen dalam negeri, pasar terus menunggu pengumuman MSCI seputar ancaman degradasi ke Frontier Market hingga potensi pembekuan (freeze) yang terus berlanjut amat menghantui pasar saham Indonesia. Jika solusi dapat diterapkan dengan cepat, maka perlakuan khusus bakal tuntas dalam waktu sekitar satu tahun.

Namun, jika penyelesaiannya berjalan lambat atau tidak tercapai, maka pembekuan dapat berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan berkembang menjadi penurunan klasifikasi (downgrade).

Selain itu, Bank Indonesia mencatat Survei Penjualan Eceran (SPE) Agustus 2026 mengindikasikan peningkatan kinerja penjualan eceran. Secara tahunan, Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 tercatat sebesar 226,5 atau tumbuh 1,3 persen (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 1,1 persen (yoy).

Sedangkan, secara bulanan kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,8 persen (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0,1 persen (mtm).

Menurut survei BI, kinerja penjualan eceran pada periode Agustus 2026 masih ditopang oleh Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang masing-masing tumbuh sebesar 3,8 persen (mtm) dan 1,7 persen (mtm). Peningkatan secara bulanan pada Agustus 2026 seiring dengan terjaganya permintaan pada periode Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih lanjut, BI memperkirakan penjualan eceran pada September 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan. Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 1,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,3 persen (yoy), sehingga mencapai level 221,3.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.910-Rp17.960 per dolar AS. Sedangkan untuk sepekan ini bakal di rentang Rp17.780-Rp18.060 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya