JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menggelar Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV untuk mempertemukan para pemimpin dan praktisi bisnis dalam membahas strategi menghadapi ketidakpastian, menavigasi perubahan, dan menangkap peluang pertumbuhan.
Direktur BCA Lianawaty Suwono mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah yang mengajak peserta untuk senantiasa lebih tangguh menghadapi era yang kian kompleks dan sarat tantangan.
Dia juga berharap acara ini mendorong nasabah memiliki kejelasan (clarity), ketepatan (precision), dan kemampuan mengambil keputusan (decisiveness) dalam menghadapi tantangan ke depannya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para peserta untuk memiliki kejelasan dalam memahami perubahan, ketepatan dalam menentukan langkah, serta ketegasan dalam mengambil keputusan. Di tengah perkembangan yang semakin dinamis, kemampuan tersebut menjadi penting untuk membangun ketahanan dan menciptakan peluang baru,” ujar dia lewat keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
Lianawaty kembali berharap IKF XV dapat memberikan bekal pemikiran dan wawasan yang dapat diterapkan peserta dalam menghadapi perubahan.
Penguatan kapasitas kepemimpinan dan inovasi menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang mampu bertahan dalam situasi penuh tantangan.
BCA juga mendorong pelaku bisnis untuk melihat perubahan bukan hanya sebagai hambatan, tetapi sebagai ruang untuk mengevaluasi strategi dan mengembangkan peluang pertumbuhan.
"Upaya tersebut diharapkan mendukung terciptanya dunia usaha Indonesia yang lebih tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Melalui tema yang diusung tahun ini, BCA ingin mendorong peserta membangun kejelasan dalam memahami tantangan, ketepatan dalam menyusun strategi, dan ketegasan saat menjalankan keputusan.
Kemampuan tersebut dinilai penting agar perusahaan dapat menyesuaikan diri sekaligus menemukan peluang baru di tengah persaingan.
Pada penyelenggaraan pada 13–14 Oktober 2026 BCA menerapkan format konferensi ballroom-style untuk menciptakan suasana diskusi yang lebih dinamis dan interaktif.
Format tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran gagasan antara pembicara dan peserta dari berbagai latar belakang.
(Taufik Fajar)