Menurut Dody, fasilitas pendukung seperti rest area perlu disiapkan dengan baik agar pengguna jalan memperoleh pelayanan yang memadai selama perjalanan.
Rest area kembar Cisumdawu direncanakan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare di Jalur A dan 9,5 hektare di Jalur B. Setelah pembangunan rampung, fasilitas yang tersedia akan mencakup area parkir, SPBU, masjid, toilet, minimarket, serta area UMKM dan kuliner.
Saat ini, pekerjaan konstruksi masih berlangsung di sejumlah bagian, mulai dari penataan jalan dan area parkir hingga pembangunan gedung serta fasilitas pendukung. Pekerjaan lainnya meliputi penggalian area bus antar-jemput (shuttle bus), pengecoran beton kaku (rigid pavement) untuk kendaraan kecil dan besar, pemadatan, serta pembangunan akses keluar menuju SPBU.
Kehadiran rest area tersebut diharapkan memberikan pilihan bagi pengguna Tol Cisumdawu untuk beristirahat, beribadah, dan memenuhi kebutuhan perjalanan tanpa harus keluar dari jalan tol. Selain meningkatkan kualitas layanan, penyediaan area UMKM dan kuliner juga diharapkan membuka peluang pasar bagi pelaku usaha lokal.
Meski demikian, pemanfaatan rest area saat libur Nataru masih bergantung pada kesiapan fasilitas fungsional di lapangan. Adapun penyelesaian pembangunan permanen Rest Area Kembar Cisumdawu tetap ditargetkan pada 2027.
(Feby Novalius)