Sedangkan metode yang menggunakan biaya persentase seperti QRIS dengan tarif 0,7 persen, atau e-Wallet seperti DOKU e-Wallet dan DANA yang sekitar 1,5 persen, OVO 2 persen-3,18 persen, ShopeePay 2 persen-4 persen, dan LinkAja dengan kisaran 2 persen-3,5 persen atau biaya minimum Rp2.500, lebih efisien dipakai untuk transaksi kecil.
Untuk gambaran, apabila transaksi sebesar Rp50.000, biaya Rp4.000 setara dengan 8 persen. Jadi, sesuaikan jenis pembayaran berdasarkan pola transaksi bisnis Anda.
Karakter pembeli juga menentukan instrumen pembayaran yang wajib disediakan. Jika pasar Anda adalah pelanggan lokal, metode seperti Virtual Account di 14 bank, QRIS, e-Wallet, dan pembayaran lewat minimarket seperti Alfamart, Alfamidi, Indomaret, Lawson, serta Dan+Dan sudah mencakup kebutuhan mayoritas.
Namun, jika pelanggan utama adalah wisatawan asing, kartu internasional seperti Visa, Mastercard, JCB, dan American Express wajib tersedia. Selain kartu internasional, ada juga opsi QRIS untuk negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, dengan biaya 0,7 persen.
Salah satu aspek terpenting namun sering luput diperhatikan adalah legalitas dan keamanan penyedia Payment Gateway. Pastikan penyedia tersebut memegang lisensi PJP Kategori 1 yang mencakup berbagai aktivitas penting seperti Gerbang Pembayaran, Remitansi, Uang Elektronik, dan Dompet Digital, serta aktivitas QRIS.