BNI Lanjutkan Buyback Saham hingga 26 Oktober 2026

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2026 19:17 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melanjutkan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback). (Foto: okezone.com/BNI)
Share :

JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melanjutkan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) sebagai langkah strategis dalam merespons dinamika pasar modal. Pelaksanaan aksi korporasi ini dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kecukupan permodalan serta prospek pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Program buyback saham BNI yang diumumkan melalui keterbukaan informasi sejak Juli 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 26 Oktober 2026. BNI juga membuka peluang untuk memperpanjang periode buyback sesuai dengan batas pembelian yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan bahwa langkah korporasi ini didasari komitmen untuk menjaga prinsip kehati-hatian serta menerapkan tata kelola perusahaan yang kuat.

"Langkah ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental dan prospek bisnis BNI yang tetap kuat. Pelaksanaan buyback dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kecukupan permodalan perseroan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik," ujar Okki, Selasa (20/10/2026).

Optimisme BNI ditopang oleh kinerja keuangan yang solid hingga Agustus 2026. Total aset bank pelat merah ini mencapai Rp1.434,1 triliun atau tumbuh 24,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Penyaluran kredit tumbuh 27,1 persen secara tahunan menjadi Rp977,2 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat 29,4 persen menjadi Rp1.124,7 triliun.

Dari sisi profitabilitas, BNI mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp28,9 triliun, naik 14,3 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp14,33 triliun atau tumbuh 6,9 persen secara tahunan.

Ketahanan bisnis BNI sejalan dengan kondisi makroekonomi nasional yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,45 persen secara tahunan pada semester I 2026 serta inflasi domestik yang terkendali di level 3,28 persen secara tahunan pada September 2026.

"BNI senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis perseroan. Dengan fundamental perseroan yang tetap kuat serta didukung kondisi makroekonomi yang kondusif, kami optimistis dapat terus menjaga pertumbuhan bisnis dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan, dengan semangat Melayani Sepenuh Hati," kata Okki.

Sejalan dengan transformasi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia, BNI menegaskan komitmennya untuk memperkuat disiplin bisnis dan tata kelola guna menjaga pertumbuhan jangka panjang.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya