Selain itu, sebanyak 15 perseroan menjalani restrukturisasi finansial mendalam seperti Krakatau Steel, Kimia Farma, dan Garuda Indonesia serta hampir 208 unit non-inti didivestasi, terutama BUMN karya yang merambah bisnis perhotelan, serat optik, atau lini usaha berskala terlampau mini, demi menyisakan kurang dari 200 BUMN terpilih.
Langkah rasionalisasi jumlah entitas tersebut dipadukan dengan pembongkaran model bisnis yang selama ini menjadi sarang pemborosan anggaran. Danantara menertibkan tata kelola niaga pada komoditas vital agar setiap rupiah belanja modal mampu menghasilkan imbal balik maksimal.
"Dahulu model bisnis pupuk bersubsidi menggunakan sistem cost-plus yang keliru karena makin boros biaya produksinya justru makin besar labanya, lalu kami ubah menjadi berbasis harga pasar. Dampaknya, laba bersih BUMN pupuk melesat lebih dari 200 persen dalam enam bulan dan kami kini mampu membangun delapan pabrik pupuk baru," tutur Dony.
Dony menggarisbawahi bahwa target laba bersih konsolidasi senilai Rp360 triliun atau setara lebih dari 20 miliar dolar AS tersebut bukanlah angka semu. Keuntungan tersebut merupakan laba riil yang dicapai setelah Danantara melakukan audit pembersihan neraca keuangan secara menyeluruh selama 1 tahun 8 bulan (18 bulan) masa pembenahan.
"Dalam 18 bulan terakhir, kami telah melakukan impairment sebesar Rp135 triliun atas pencatatan masa lalu BUMN yang tidak akurat. Kami juga mengambil langkah cut loss seperti proposal yang diajukan oleh Telkom dan beberapa BUMN lainnya agar perseroan tidak lagi menanggung kerugian berkepanjangan," kata Dony.
Kata Dony, penertiban ini memastikan pengelolaan portofolio BUMN ke depan berpijak sepenuhnya pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Nilai penghapusbukuan Rp135 triliun yang sangat masif tersebut dituntaskan agar tidak ada lagi klaim keuntungan yang tidak sesuai realitas.
Koreksi atas pembukuan masa lampau menjadi landasan pacu bagi BUMN untuk mencetak pertumbuhan dividen yang berkelanjutan bagi kas negara. Manajemen meyakini pemangkasan ratusan unit parasit telah mengembalikan daya saing korporasi pelat merah ke standar terbaik.
"Kami ingin seluruh BUMN dikelola bersih dengan tata kelola yang benar, dan proses pembersihan Rp135 triliun telah tuntas untuk mengoreksi klaim keuntungan semu di masa lampau. Hari ini, seluruh BUMN berada dalam lintasan kinerja sangat positif dan target laba Rp360 triliun adalah laba yang murni dan benar," beber Dony.
(Taufik Fajar)