Saham Syariah Lebih Tahan Banting di Tengah Tekanan Pasar, Ini Buktinya

Anggie Ariesta, Jurnalis
Minggu 01 November 2026 14:23 WIB
Saham Syariah Lebih Tahan Banting di Tengah Tekanan Pasar, Ini Buktinya (Foto: Okezone)
Share :

LOMBOK - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai instrumen saham berbasis syariah memiliki daya tahan yang relatif lebih kuat saat pasar saham domestik sedang mengalami tekanan. Ketahanan tersebut ditopang oleh karakteristik portofolio yang terbebas dari sektor perbankan konvensional serta ketiadaan transaksi berbasis margin. 

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa ketiadaan emiten perbankan konvensional dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) membuat saham syariah relatif minim dari dampak koreksi tajam yang kerap melanda sektor perbankan saat kondisi pasar tertekan. 

“Kalau kita lihat memang demikian, ya baik dari sisi produknya ya maupun dari sisi investornya, daya tahannya harusnya lebih baik yang di syariah,” kata Jeffrey dalam Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026 di Lombok, Sabtu (31/10/2026) malam.

Jeffrey menambahkan, faktor lain yang memperkuat daya tahan pasar syariah adalah profil transaksi investornya.

Karena bertransaksi sesuai prinsip syariah, investor tidak memanfaatkan fasilitas pinjaman berbasis bunga seperti transaksi margin. Hal ini meminimalkan risiko eksekusi margin call maupun penjualan paksa (forced sell) saat harga saham bergejolak.

“Investor syariah tentu akan bertransaksi saham tanpa riba, apalagi margin, ya jadi tentu tidak ada risiko margin call atau force sell,” jelasnya.

Penilaian terhadap ketahanan saham syariah ini mengemuka di tengah tekanan pasar saham nasional. Merujuk data bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 5.266,13 per 26 Oktober 2026, atau terkoreksi 39,80 persen sejak awal tahun (year-to-date). 

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya