Di luar sektor kesehatan, sejumlah kemitraan juga dijajaki dalam bidang industri maritim, baja, keamanan siber, post-quantum cryptography, bioteknologi, dan robotika. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas penerapan teknologi di berbagai sektor industri.
Sementara itu, DTIIF 2026 yang berlangsung selama tiga hari menghadirkan lebih dari 3.000 peserta. Forum tersebut melibatkan 274 pembicara dan moderator melalui tujuh sesi Distinguished Lecture, 21 sesi pleno, serta 38 sesi panel dan pitching atau showcase yang mempertemukan BUMN, peneliti muda, dan perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Sejumlah pembahasan dalam forum tersebut mencakup enam sektor strategis, yakni energi; telekomunikasi dan infrastruktur digital; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; keuangan dan perbankan; serta transportasi dan infrastruktur.
Danantara Indonesia menyatakan akan mengawal berbagai kesepakatan yang dihasilkan hingga tahap implementasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kerja sama yang telah dibangun menghasilkan pengembangan teknologi dan peningkatan daya saing industri nasional.
(Feby Novalius)