Meski demikian, penopang utama aktivitas ekonomi masih disokong oleh belanja pemerintah yang tumbuh 21,18 persen yoy menjadi Rp1.004,5 triliun, serta realisasi investasi yang mencapai Rp528,7 triliun pada kuartal III-2026.
Secara keseluruhan untuk tahun 2026, LPEM FEB UI memproyeksikan pertumbuhan PDB resmi Indonesia mencapai 5,39 persen, sebelum melandai ke 5,25 persen pada 2027.
“Untuk keseluruhan tahun 2026 dan 2027, kami memproyeksikan pertumbuhan PDB resmi sebesar 5,39 persen dan 5,25 persen (yoy), masing-masing dengan kisaran perkiraan 5,37-5,42 persen (yoy) dan 5,20-5,30 persen (y.o.y),” ujar Riefky.
Sementara itu, indikator pertumbuhan yang dirasakan oleh masyarakat diperkirakan berada di posisi lebih rendah, yakni sebesar 4,77 persen untuk keseluruhan tahun 2026 dan 4,90 persen pada 2027.
(Dani Jumadil Akhir)