JAKARTA – Potensi ekonomi kawasan perbatasan seperti Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, belum sepenuhnya didukung infrastruktur. Kondisi jalan yang belum beraspal dan keterbatasan jaringan telekomunikasi menjadi kendala bagi pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Menurut Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), Edfrie R. Maith, Temajuk memiliki potensi ekonomi di sektor pariwisata, perkebunan, dan pertambangan yang masih dapat dikembangkan.
Sektor pariwisata, misalnya, memiliki daya tarik berupa keindahan pantai Temajuk yang berpotensi mendatangkan wisatawan, termasuk masyarakat dari negara tetangga melalui Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk.
Namun, berdasarkan hasil peninjauan lapangan, pengembangan kawasan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala infrastruktur. Selain kondisi beberapa ruas jalan yang belum beraspal, Temajuk juga memiliki keterbatasan jaringan telekomunikasi.
Maith mengungkapkan, saat ini Temajuk hanya memiliki satu menara Base Transceiver Station (BTS). Akibatnya, jangkauan sinyal komunikasi di kawasan tersebut belum optimal.
Selain persoalan infrastruktur, peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian. Menurut Maith, masyarakat perlu memiliki keterampilan dan kemampuan mengelola usaha agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi di kawasan perbatasan.
"Untuk mengelola potensi-potensi ini perlu adanya pembinaan, bimbingan, dan pelatihan kepada para pengusaha. Kita perlu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara lebih profesional," ujar Maith, Jumat (6/11/2026).