JAKARTA - Penjualan sejumlah aset PT Alfa Retailindo ke anak perusahaan PT Sigmantara Alfindo ditengarai sebagai upaya Djoko Susanto melepas kepemilikannya di perusahaan tersebut. Benarkah?
Namanya memang belum sebesar konglomerat kakap lainnya. Tapi, kelihaian Djoko Susanto berbisnis ritel, boleh dibilang sulit dicari bandingannya. Setelah PT Philips Morris Indonesia (selaku pemilik baru PT HM Sampoerna) hengkang dari PT Alfa Retailindo tahun lalu, Djoko kini bersolo karir mengembangkan jejaring ritelnya yang lebih dikenal dengan nama Alfa Gudang Rabat.
Di tangannya, pusat belanja berkonsep grosir yang didirikan pada 1989 itu kini telah berjumlah 32 gerai, tersebar hingga ke sejumlah kota di Indonesia. Seiring makin agresifnya peritel asing berkonsep hypermarket, masa keemasan bisnis perkulakannya itu lambat laun mulai memudar.
Beberapa gerai Alfa Gudang Rabat sempat terpukul hingga merugi. Bahkan, ada dua gerai Alfa yang telah tutup, yakni gerai di Surabaya dan Semarang.
"Dengan dukungan modal besar, mereka punya bargaining power yang kuat. Apalagi, kami kalah dari sisi modal, teknologi, dan sistem," ujar Djoko beberapa waktu lalu.
Tak ingin tenggelam dimakan persaingan tak imbang itu, Djoko langsung banting stir. Dia sudah tak bernafsu mengembangkan Alfa Gudang Rabat.
Sebagai gantinya, dia kini lebih tertarik membesarkan ritel berskala medium yang lebih dikenal dengan nama Alfa Midi dan jejaring minimarket Alfa Mart. Jaringan Alfa Gudang Rabat akan dikurangi hingga tinggal 28 gerai saja. Itu sebabnya, pada awal November kemarin, sang pemilik PT Sigmantara Alfindo (Sigmantara) (induk perusahaan PT Alfa Retailindo, PT Sumber Alfaria Trijaya (pemilik waralaba Alfa Mart), dan PT Perkasa Internusa Mandiri) mulai melepas sejumlah aset yang dimilikinya ke anak perusahaan Sigmantara lainnya.
Sejumlah aset yang akan dilego itu antara lain berupa tanah dan bangunan berikut sarana pelengkap dan peralatan kantor di Cikokol, Tangerang, senilai Rp 85,09 miliar. Aset tak bergerak ini, rencananya akan dijual ke PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfaria).
Sebagian aset lainnya, yang juga berada di Cikokol, akan dilepas ke PT Perkasa Internusa Mandiri (Perkasa) seharga Rp24,93 miliar. Kepada anak perusahaan Sigmantara yang bergerak di sektor properti ini, Alfa Retailindo juga akan menjual bangunan Alfa Gudang Rabat yang berlokasi di Pejaten, Pasar Minggu (Jakarta Selatan) dengan banderol Rp11,05 miliar.
Tak sampai di situ, kekayaan Alfa lainnya, berupa jaringan toko berskala medium (300 m2-500 m2) yang berlokasi di Kemayoran dan Pondok Labu, beserta sejumlah kendaraan operasionalnya, juga akan dilepas seharga Rp8,79 miliar.
Pembelinya adalah anak perusahaan yang lain yang bernama PT Midimart Utama (Midimart) yang mengembangkan ritel berskala medium dengan label Alfa Midi. Jika tak ada aral melintang, penjualan seluruh aset senilai Rp 129,86 miliar itu telah disahkan pada RUPS perseroan yang berlangsung pada Selasa 18 Desember kemarin.
Selanjutnya, uang sebanyak itu akan digunakan untuk melunasi obligasi senilai Rp125 miliar yang jatuh tempo tahun depan. Sisanya akan digunakan untuk membeli sebidang tanah di Meruya, Jakarta Barat, sebagai lahan parkir Alfa Gudang Rabat di lokasi tersebut.
Dilepasnya sejumlah aset tersebut lantaran dianggap sudah tidak bernilai ekonomis. Aset bangunan Alfa Gudang Rabat yang berada di Cikokol, Tangerang, misalnya, sudah lama tak lagi difungsikan sebagai pusat belanja. Persisnya, tak lama setelah Carrefour melebarkan sayapnya di sekitar lokasi tersebut.Â
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.