JAKARTA - PT Daya Sakti Unggul Corporindo Tbk (DSUC) menghentikan produksi dan memecat seluruh karyawannya di unit usaha Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasalnya, krisis keuangan global yang terjadi sejak akhir 2008, menyebabkan perseroan terus merugi bahkan sampai rugi kotor, dimana harga jual sudah dibawah beban pokok penjualan.
"Untuk unit usaha di Pulau Jawa tetap berjalan normal dan tidak ada rencana menghentikan operasi," kata Sekretaris Perusahaan DSUC Sardjono, dalam keterangan resminya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Faktor-faktor yang menyebabkan kerugian perseroan diantaranya, turunnya pendapatan perseroan yang disebabkan berkurangnya
permintaan dari pelanggan utama perseroan khususnya dari Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. "Harga jual rata-rata selama tahun 2009 mencapai harga terendah USD480 per m3 (C&F) dan belum menunjukkan tanda akan membaik," ungkapnya.
Di sisi lain harga bahan baku terutama log malah mengalami kenaikan, khususnya dalam kuartal kedua tahun 2009. "DSUC memperkirakan, penghentian produksi akan menurunkan pendapatannya sebesar 90 persen," imbuhnya.
Pada perdagangan IHSG sesi pertama, harga saham dengan kode emiten DUSC bergerak stagnan di posisi Rp245 per lembarnya. (css)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.