JAKARTA - Badan Pembangunan dan Perencanaan Nasional (Bappenas) menargetkan investasi yang akan masuk dari even Asia Pasific Ministrial Conference (EPMC) on Public Private Partnership (PPP) for Infrastructure Development 2010 and Infrastructure Asia 2010 adalah sebesar USD35 miliar-USD37 miliar.
"Target kita menginginkan setinggi-tingginya, sekira USD35-USD37 miliar," kata Kepala Bapenas/Meneg PPN Paskah Suzetta.
Hal itu disampaikan dia usai memberikan sambutannya di sela peluncuran acara Asia Pasific Ministrial Conference (EPMC) on Public Private Partnership (PPP) for Infrastructure Development 2010 and Infrastructure Asia 2010, di kantor Kemenneg PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (20/8/2009).
Dia menuturkan, angka target tersebut sesuai dengan nilai 87 proyek yang ditawarkan oleh pemerintah di 18 provinsi yang potensial di Indonesia. Pemerintah membagi proyek-proyek tersebut ke dalam tiga kategori, antara lain proyek siap ditawarkan, proyek prioritas, dan proyek potensial.
Menurut Paskah, pihaknya melakukan kategorisasi atas proyek-proyek tersebut agar investor mengatahui mana proyek yang sudah bisa jalan Sehingga investor dapat memilih menginvestasikan dananya di proyek yang mana.
"Harus disiapkan dulu, baru kita menyampaikannya. Tapi karena kategorinya 90 persen belum siap, investor masih ragu-ragu, sehingga kita bagi menjadi tiga kriteria," imbuhnya.
Sementara itu, secara global, dalam 20 tahun ke depan investasi di bidang infrastruktur akan membutuhkan dana sebesar USD30 triliun-40 triliun. Di mana untuk Asia sendiri, dalam kurun 10 tahun mendatang membutuhkan dana sebesar USD6 triliun.