Share

CAR Perbankan Kurang dari 8% Harus Ditutup

Didik Purwanto, Koran SI · Senin 04 Januari 2010 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2010 01 04 320 290796 hXdWjyYWtz.jpg Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) harus menutup perbankan nasional jika rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan kurang dari ketentuan BI yaitu di level delapan persen. Hal tersebut hanya akan menyebabkan perbankan kesulitan likuiditas dan menyebabkan masalah.

"Pokoknya jika CAR kurang dari delapan persen, perbankan tersebut harus ditutup. Jangan sampai kasus Bank Century terulang kembali," tegas Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Agus Martowardojo, selepas acara ramah tamah dengan karyawan dan direksi Bank Mandiri, di Gedung Plaza Mandiri Gatot Subroto, Jakarta, Senin (4/1/2010).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Jika berkaca pada kasus Bank Century, pihak regulator perbankan pernah mengubah Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang menjelaskan bahwa CAR positif sudah dapat menerima Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP). Padahal pada PBI sebelumnya, hanya perbankan dengan minimal CAR dua persen baru dapat mengajukan FPJP ke BI.

Apalagi saat itu, kondisi Bank Century justru mengalami CAR minus 23 persen. Setelah disuntik modal oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), CAR Bank Century melonjak menjadi positif.

Adapun saat kondisi positif tersebut, BI bersama tim KSSK lainnya melanjutkan penyertaan modal sementara (PMS) dari Rp632 miliar menjadi Rp6,7 triliun.

Hal tersebut dilakukan agar kondisi Bank Century menjadi bank operasi secara normal. Yaitu memiliki CAR minimal delapan persen sesuai dengan ketentuan PBI.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini