JAKARTA - PT Hanson International Tbk (MYRX) batal melakukan ekspansi perdagangan dan pertambangan batu bara lantaran keterbatasan modal kerja dan investasi.
"Rencana perseroan untuk melakukan perdagangan dan pertambangan batu bara memang tidak bisa dilanjutkan lagi. Hal ini dikarenakan keterbatasan modal kerja maupun investasi," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan MYRX Rony Agung Susesno, dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (6/1/2010).
Sebelumnya, ada calon investor yang akan mendanai rencana itu, namun mengurungkan niatnya dikarenakan harga batu bara yang semakin menurun di akhir tahun sehingga perseroan tidak lagi mencapai kata sepakat.
Perseroan akan terus konsentrasi pada produksi tabung gas dengan kualitas tinggi seperti PT Apinus Rama sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain. Hal ini dikarenakan standar dan kualitas mutunya sudah memenuhi spesifikasi yang diwajibkan oleh PT Pertamina (Persero). "Sedangkan untuk produk dari China atau yang lain tidak memperhatikan standar seperti itu," ungkapnya.
Diakuinya, akuisisi yang rencananya dilakukan perseroan atas Apinus ini masih dalam tahap negosiasi dengan pemegang sahan pengendali Apinus dan menunggu hasil dari penilai yang akan memberikan pendapat. Perseroan akan segera mengumumkannya kepada publik jika sudah ada kata sepakat.
Di samping itu, perseroan menyatakan optimistis bila prospek tabung gas ke depan masih menjanjikan karena permintaan sangat besar malah lebih besar ketimbang suplai yang dilakukan pabrik-pabrik di seluruh Indonesia ditambah lagi dengan rencana perseroan untuk menambah usaha pada pengisian gas atau refill gas.
(Candra Setya Santoso)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.