JAKARTA - Grup Emirates telah mencatat peningkatan laba sebesar 248 persen, hasil yang luar biasa dalam satu tahun penuh di tengah adanya ketidakstabilan pasar dunia dan ketidakpastian ekonomi.
Laporan Tahunan 2009-2010 Grup Emirates yang terdiri dari Emirates airline, Dnata dan anak-anak perusahaan Emirates yang diselenggarakan oleh Yang Mulia Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Chairman and Chief Executive, Emirates airline and Group.
"Tahun ini merupakan tahun yang luar biasa akan profitabilitas berkelanjutan walaupun dengan latar belakang resesi global terburuk dalam kurun waktu tersebut. Semester pertama tahun keuangan ini merupakan momen yang sangat menantang dimana dunia terus bergulat dengan krisis ekonomi," ungkap Sheikh Ahmed, seperti dikutip dari keterangan tertulis kepada okezone, di Jakarta, Kamis, (13/5/2010).
Di tahun yang sulit ini, laba bersih Grup Emirates meningkat 248 persen menjadi AED 4,2 miliar (USD 1,1 miliar) untuk tahun keungan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2010. Pendapatan Grup Emirates tetap stabil pada AED 45,4 miliar (USD 12,4 miliar) mencerminkan penurunan penumpang dan produksi kargo diimbangi oleh peningkatan lalu lintas. Marjin keuntungan Grup Emirates meningkat menjadi 9,1 persen dari tahun sebelumnya yakni 2,6 persen.
Saldo kas Grup Emirates tumbuh menjadi AED 12,5 miliar (USD 3,4 miliar) pada akhir Maret, sebuah peningkatan yang luar biasa, yakni sebesar 43,3 persen atau AED 3,8 miliar (USD 1 miliar) dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil yang luar biasa ini juga dihasilkan setelah adanya investasi sebesar AED 3,4 miliar (USD 931 juta) terutama pada pengadaan armada pesawat baru, peralatan pesawat terkait dan ruang tunggu khusus.
Prestasi Grup Emirates tahun ini, dalam kondisi operasional terberat yang pernah dihadapi, mencerminkan keberhasilan Grup Emirates dalam mempertahankan bisnis menggunakan pendekatan seperti biasa, mempertahankan strategi produk dan layanan yang terkemuka.
Hal ini terlihat dari 27,5 juta penumpang menggunakan maskapai penerbangan Emirates pada tahun keuangan tersebut 4,7 juta lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya; termasuk perluasan operasional penanganan di darat internasional milik Dnata pada 20 bandar udara di sembilan negara.
(Candra Setya Santoso)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.