MNC Business Channel Resmi Meluncur

Andina Meryani, Jurnalis · Rabu 29 September 2010 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2010 09 29 320 377437 gIwrDtj4Cb.jpg Logo MNC. Dok MNC

JAKARTA - MNC Group meluncurkan channel bisnis pertama di Indonesia bertajuk "MNC Business Channel" yang tayang di TV berbayar, Indovision di Channel 95.

Peluncuran sendiri dilakukan pada malam ini dalam forum diskusi secara live di Indovision oleh CEO MNC Hary Tanoesoedibjo bertempat di auditorium MNC Tower, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta, Rabu (29/9/2010).

Informasi yang disajikan MNC Business Channel adalah berita-berita teraktual tentang dunia bisnis, pasar saham, dan berita ekonomi lainnya.

"MNC Business dengan rangkaian program seputar bisnis akan hadir 24 jam nonstop pada Channel 95 Indovision yang akan menjadi referensi terpercaya bagi masyarakat bisnis Indonesia," ujar Hary.

Hary menambahkan bahwa peluncuran MNC Business Channel ini dilatarbelakangi ketergantungan berita terkait bisnis dan ekonomi dari channel berita luar negeri seperti CNN dan belum terakomodir oleh televisi dalam negeri, maka hal ini lah yang menjadi peluang MNC untuk menjadi yang pertama dalam channel berita bisnis dan ekonomi di Indonesia.

"Selama ini kita terlalu tergantung pada channel asing untuk berita bisnis seperti CNN, belum ada channel dalam negeri yang dedicated untuk pelaku bisnis Indonesia. Didorong oleh kekurangan itulah maka kami meluncurkan MNC Business Channel," jelasnya.

Selain pelanggan Indovision yang dapat menikmati tayangan MNC Business Channel, tayangan ini juga bisa di dinikmati bagi pelanggan TV berbayar MNC lainnya yaitu TOP TV dan okevision.

Hary juga menegaskan bahwa dengan dilucurkannya channel ini maka program-program tertentu akan disinergikan dengan media milik MNC lainnya.

Adapun dalam forum diskusi perdana live kali ini mengambil topik diskusi "Infrastructure Alternative Financing" yang melibatkan berbagai kalangan mulai dari Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Wakil Menteri Pergubungan Bambang Susantono, Ketua Apindo Sofyan Wanandi, Pengamat Ekonomi Faisal Basri, Deputi Kepala Bappenas Bidang Infrastruktur Dedi Priatna, dan masih banyak pelaku bisnis dari swasta maupun pemerintah.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini