JAKARTA - Jelang pengumuman inflasi, rupiah pada kali ini diprediksikan akan kembali bergerak melemah dalam kisaran yang terbatas karena mata uang Indonesia tersebut sudah mencapai titik level jenuh setelah sebelumnya sudah melakukan penguatan yang cukup besar.
"Pergerakan rupiah pada perdagangan kali ini aka bergerak sempit di kisaran Rp8.700-8.740 per USD," ungkap analis valas Yohanes Ginting saat dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (31/3/2011).
lebih lanjut Yohanes menjelaskan pasar atau market butuh trigger baru untuk memacu investor untuk lebih agresif di pasar keuangan. Sekarang ini, investor tengah wait and see atas sejumlah konflik global.
"Pasar butuh suatu trigger yang baru, supaya investor lebih agresif. Seperti contohnya krisis di Timur Tengah dan Libya, kita tahu sampai saat ini belum ada kepastian, namun jika ada suatu hal yang baru dari perisitiwa tersebut, misalnya Khadafi menyerah, mungkin itu akan berpengaruh ke pasar," paparnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.