Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serbuan Produk China Makin Merajalela

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Selasa, 17 Mei 2011 |08:55 WIB
Serbuan Produk China Makin Merajalela
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Serbuan produk China benar-benar membuat masyarakat Indonesia kewalahan. Kepintaran China dalam membuat produk berskala besar dan murah membuat pedagang Indonesia menjadi pengimpor hasil produksinya.

Pantauan okezone di kawasan Pusat Grosir Senen Jaya, dipastikan bahwa 80 persen barang yang dijual adalah hasil produksi China dan Hong Kong seperti tas, sepatu, dan jam tangan.

"Tasnya dari Hong Kong dan China karena kualitasnya bagus dan harganya relatif terjangkau. Kalau dari produk lokal mana bisa buat tas dengan bahan kulit sintetis kayak begitu," ujar salah satu penjual di kawasan Senen Jaya kepada okezone Selasa (17/5/2011).

Harga tas impor China berbahan baku kulit sintetis atau parasut memang menjadi pusat perhatian masyarakat. Harganya berkisar Rp100 ribu-Rp350 ribu per buah atau bisa lebih murah lagi jika membeli dalam jumlah banyak (grosir).

Tak ubahnya dengan jam tangan, jam tangan warna-warni dan beraneka model untuk semua kalangan dijual di pusat grosir ini. Harganya berkisar di Rp30 ribu-Rp100 ribu per buah.

"Kami impor dari China tapi ada agen yang supply kita, kita enggak tahu masalah impornya bagaimana dan seperti apa," ucap Sandra salah seorang penjual jam tangan di Senen ketika ditanya alasan mengapa memilih menjual jam tangan China.

Sebagai informasi, sejumlah pihak mendesak pemerintah untuk melakukan renegoisasi perdagangan bebas dengan China yang tercantum dalam ACFTA. Hal ini dikarenakan posisi Indonesia dan China tidak seimbang. "Pemerintah harus bisa melindungi industri dalam negeri agar tidak mati di kandang sendiri," ujar seorang pengamat ekonomi beberapa waktu lalu. (nia)
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement