Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bangun 2 Pabrik

Polychem Anggarkan Capex USD30 Juta

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Kamis, 30 Juni 2011 |17:07 WIB
Polychem Anggarkan Capex USD30 Juta
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mengangarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD20-USD30 juta pada 2011 ini.

"Untuk tahun 2011 ini kita anggarkan capex sebesar USD20-USD30 juta," ungkap Management Accounting, Budget & Control Manager Richard I Tursadi usai RUPST di Mid Plaza Intercontinental Hotel, Jakarta, Kamis (30/6/2011).

Capex tersebut salah satunya akan digunakan untuk membangun dua pabrik. Pertama pabrik etoxilate di Merak, Banten dengan nilai investasi sebesar USD17 juta. Pembangunan pabrik tersebut akan dimulai pada tahun ini yaitu dimulai pada bulan Juli dan diperkirakan akan selesai pada Juli 2011.

Nantinya pabrik tersebut akan memiliki double kapasitas dimana pabrik
etoxilate sebelumnya memiliki kapasitas sebesar 45 ribu ton per tahun
menjasi 90 ribu ton per tahun.

Disisi lain perseroan menuturkan hingga Juni 2011 laba bersih sudah mencapai sekira Rp250-Rp300 miliar dari target laba bersih perseroan sepanjang 2011 yang mencapai Rp500 miliar. Pencapaian laba bersih tersebut meningkat dengan pesat mengingat laba bersih perseroan pada tahun 2010 lalu hanya mencapai Rp37,585 miliar.

Perseroan menuturkan bahwa kenaikan laba bersih tersebut dikarenakan adanya kenaikan harga jual. "Naiknya laba bersih tersebut dikarenkan adanya kenaikan harga jual yang signifikan yaitu diatas 50 persen," paparnya.

Kenaikan laba bersih tersebut didukung dari penjualan chemical sebesar 70 persen sementara sisanya berasal dari polyester dan kapas.

Di sisi lain untuk penjualan perseroan hingga Juni 2011 ini sudah mencapai Rp3 triliun dimana target penjualan perseroan hingga akhir 2011 adalah sebesar Rp5,7 triliun,lalu adapun penjualan perseroan di tahun lalu adalah mecapai Rp2,7 triliun.

Kenaikan penjualan pun sama halnya dengan kenaikan laba bersih dimana terjadi peningkatan nilai harga jual dan juga adanya peningkatan volume produksi.

Sekedar informasi,saat ini perseroan menjual hasil produksinya sebanyak 70 persen lokal dan 30 persen asing. Untuk asing perseroan telah mengekspor ke beberapa kawasan negara yaitu wilayah Asia,Eropa,Amerika Serikat (AS),dan Afrika,namun paling banyak perseroan mengekspor ke wilayah Asia.

"Untuk asing kita lebih banyak ekspor ke kawasan Asia,yaitu China paling banyak," pungkasnya. (nia)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement