Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fitch Naikkan Peringkat BTN ke 'AA(idn)'

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Kamis, 27 Oktober 2011 |11:40 WIB
Fitch Naikkan Peringkat BTN ke 'AA(idn)'
Ilustrasi: ist.
A
A
A

JAKARTA - Fitch Ratings menaikkan peringkat nasional jangka panjang PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi 'AA(idn)' dari 'AA-(idn)' dengan prospek stabil.

Dukungan dari pemerintah Indonesia berperan penting dalam kenaikan tersebut, mengingat 72 persen kepemilikan BTN ada di tangan pemerintah. Faktor lainnya adalah peranan penting BTN dalam menyediakan pembiayaan bersubsidi untuk perumahan murah sebagai bagian dari program pemerintah

"Setiap penurunan dukungan pemerintah akan menekan peringkat BTN. Di sisi lain, peranan BTN yang lebih besar dalam penyaluran pinjaman rumah bersubsidi dan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah akan meningkatkan peringkat BTN," demikian dikutip dari keterangan tertulis Fitch Ratings kepada okezone, Kamis (27/10/2011). 

Lembaga pemeringkat ini percaya bahwa pemerintah akan mendukung BTN bila diperlukan meski dalam batasan kemampuan keuangan negara serta pengaruh sistemik BTN dibandingkan dengan bank-bank pemerintah lainnya. 

BTN sendiri menyumbang 2,3 persen dari sistem aset hingga akhir Juni 2011, sementara bank-bank pemerintah lain menyumbang 12-15 persen.

Dukungan terhadap BTN juga terlihat dari skema pinjaman bersubsidi baru dari pemerintah yang disalurkan terutama lewat BTN.

Posisi permodalan bank tetap memuaskan, meskipun modal inti dan total rasio kecukupan modal (CAR) menurun menjadi 15 persen dan 15,9 persen pada akhir Juni 2011.

Fitch mengkritisi dana pihak ketiga (DPK) BTN yang tidak sekuat bank-bank pemerintah lainnya, begitu juga dengan kenaikan rasio pinjaman bermasalah (NPL) BTN yang naik menjadi 4,4 persen pada akhir Juni 2011.

Menurut Fitch, kenaikan ini dipengaruhi oleh profil keterlambatan pembayaran pinjaman musiman. Fitch mencatat bahwa NPL akan cenderung turun pada akhir tahun.

Dari sisi profitabilitas, posisi BTN relatif stabil dengan biaya pendanaan yang lebih rendah seiring dengan turunnya suku bunga domestik. Meskipun biaya pencadangan lebih tinggi akibat dari penurunan kualitas kredit, rasio pencadangan terhadap NPL relatif lebih rendah dibandingkan dengan bank-bank lainnya. (rfa)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement