JAKARTA - PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) saat ini tengah mencari pinjaman senilai USD60 juta untuk merampungkan proyek Paper Machine (PM) II yang saat ini sudah berjalan 90 persen.
"Belum ada bank yang firm dengan kita. Nilai yang dibutuhkan USD60 juta," kata Direktur Finance and Administration Ito Prawira usai public expose di kantornya, Jakarta, Selasa (13/12/2011).
Dia mengungkapkan kendala yang dialami perusahaan terkait dengan belum adanya bank yang bersedia memberikan pinjaman adalah karena tingkat kepercayaan dari perbankan.
"Saya melihat (kendalanya) perusahaan sudah lama tidur, tingkat keyakinan harus dibuat dulu. Makanya kita turn around yang PM I dulu. Kendalanya ya itu, tingkat percaya, padahal sekarang kita zero loan, kita bankable," imbuhnya.
Di sisi lain, dia juga membuka peluang bagi para investor yang ingin masuk untuk berinvestasi. Kondisi perusahaan yang saat ini tidak memiliki pinjaman dengan pihak manapun dinilai menjadi salah satu keuntungan jika investor ingin masuk. "Opsi lain mencari investor, kalau ada investor yang ingin masuk ya terserah," katanya.
Dia berharap, jika memang ada investor yang berminat ingin masuk dan berinvestasi diharapkan investor yang juga bermain dalam sektor kertas, sehingga dengan begitu diharapkan bisa berinvestasi dalam jangka waktu yang lama.
"Posisi saat ini kan zero loan, berarti tidak ada ikatan dengan pihak lain. Dan seharusnya (investor) yang masuk pemain kertas. kalau pemain kertas nggak cuma sebagai spekulan, tapi bisa jangka panjang," tandasnya.
(Widi Agustian)