Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hingga Mei, KBRI Tetap Cetak Rugi

Fakhri Rezy , Jurnalis-Kamis, 21 Juni 2012 |17:59 WIB
  Hingga Mei, KBRI Tetap Cetak Rugi
Ilustrasi. (Foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - PT Kertas Basuki Rahmat Indonesia Tbk (KBRI) masih mencetak rugi, meskipun terdapat perbaikan dari tahun ke tahun. Meski demikian KBRI tetap meneruskan pembangunan Paper Machine II.

"Dari tahun 2010 kami rugi sebesar Rp486,906 juta mengalami penurunan yang jauh di 2011 menjadi Rp19,419 juta," ujar Secretaris Perusahaan KBRI Tiur Simamora, usai Rapat Umum Pemegang Saham Terbatas (RUPST) di Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Tiur menjelaskan, kerugian di tahun 2010 karena adanya rekonstruksi pembangunan serta impairment untuk penilaian kembali asetnya. Selain itu di tahun 2010 adanya investasi dan premi yang kita bayar. "Untuk tahun ini, sampai Mei kami masih rugi. Tapi kami harapkan akhir 2012 akan menjadi plus tidak minus lagi," ujar Tiur.

Untuk itu, KBRI berencana menambah Papper Machine yang kedua (PM 2) dari modal usaha (capital expenditure/Capex) tahun ini dan sisa capex dari 2011. "Pada capex tahun ini yang tersisa dari tahun 2011, sekira Rp7 Miliar akan digunakan untuk PM 2. Dan kami akan menambah system deinking," ujar dia.

Menurutnya, dana tersebut akan didapat dari pinjaman. Tiur menambahkan, pinjaman akan kami spesifikan untuk perbankan lokal, tapi tidak menutup kemungkinan perbankan luar. "Tapi kami utamakan dari strategic investor yang pasti," tambah Tiur.

Saat ini, pelaksanaan proyek tersebut sudah mendekati 90 persen. Menurutnya, alat tersebut diperlukan karena saat ini sulit untuk sekarang mendapatkan kertas bekas yang benar-benar putih. Oleh karena itu, pihaknya memerlukan alat bantu Deinking untuk menghilangkan tinta pada kertas. "Kertas kami sekarang berformasi bahan baku 65 persen waste papper dan 35 persen berbahan dasar pulp," jelas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement