Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hitung Formasi Tangga Ideal Secara Feng Shui

Riani Dwi Lestari , Jurnalis-Jum'at, 30 Desember 2011 |16:02 WIB
Hitung Formasi Tangga Ideal Secara Feng Shui
foto: modecodesign.com
A
A
A

JAKARTA - Terlalu banyak konsep tangga dibicarakan akhirnya orang menjadi bingung mana yang paling benar dan mana yang paling penting antara letak tangga dan jumlah anak tangganya.

Oleh sebab itu, banyak kasus dan pertanyaan yang timbul dari masalah tangga. Antara lain yaitu berapa jumlah anak tangga yang baik untuk dibuat pada sebuah tangga, bagaimana cara menghitung anak tangga, dan apakah lantai dasar dan atas juga dihitung.

Seperti dilansir dari laman komunitas Tangsel Raya, Jumat (30/12/2011), untuk konsep anak tangga, sebenarnya sangat sederhana. Rumus anak tangga yang baik adalah jumlah anak tangga bila dibagi lima harus sisa satu atau dua yang disebut konsep lima.

Adapun perhitungan trap tangga konsep lima sebagai berikut:

1. Anak tangga pertama = lahir/shen berarti baik.
2. Anak tangga kedua = hidup/huok berarti baik.
3. Anak tangga ketiga = sakit/bing berarti jelek.
4. Anak tangga keempat = mati/se berarti jelek.
5. Anak tangga kelima = sengsara/ku berarti jelek.
6. Hitungan keenam kembali ke hitungan pertama dan seterusnya.

Apabila ada tangga dengan anak tangga yang berjumlah 27 trap maka penilaian hitungannya jatuh pada posisi "hidup/huok" yang berarti baik. Sebaliknya, untuk anak tangga yang berjumlah 23 trap bila dibagi lima akan tersisa tiga, maka posisinya berada di "sakit/bing" yang berarti tidak baik.

Jangan kaget, ada juga teori-teori yang menjabarkan perhitungan anak tangga dengan rumusan konsep empat yang artinya hitungan kelima dari teori pertama yang berarti "sengsara/ku" ditiadakan.

Jadi, menurut konsep empat, trap yang baik adalah jumlah anak tangga dibagi empat, jika sisa satu atau dua adalah baik. Oleh sebab itu, trap anak tangga yang baik menurut versi ini adalah yang berjumlah 17, 18, 21, 22, dan sebagaimana hitungan pada maksud konsep yang berasal dari daratan China bagian utara.

Teori yang lain adalah konsep tiga yang memiliki rumusan jumlah anak tangga bila dibagi tiga, sebaiknya tersisa satu karena rumusannya berdasarkan keterangan seperti anak tangga nomor satu adalah hidup, anak tangga nomor dua adalah sakit, dan anak tangga nomor tiga adalah sengsara.

Berlainan dengan ketiga konsep di atas, khusus untuk konsep terakhir ini, perhitungannya hanya ditujukan pada hitungan jumlah anak tangga lantai dasar atas tidak termasuk dalam hitungan.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement