60% Kosmetik di Indonesia Masih Impor

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis · Kamis 21 Juni 2012 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 21 320 651065 cQwh3IxTb8.jpg Ilustrasi. (Foto: Corbis)

JAKARTA - Banjir produk impor ilegal membuat produk lokal di Indonesia kalah bersaing. Atas dasar itu, pemerintah diminta mengambil tindakan agar industri lokal terlindungi dari serangan impor ilegal.

Direktur Utama PT Mustika Ratu Putri Kuswisnu Wardani, menjelaskan, berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), produk kosmetik impor sudah menguasai 60 persen pasar kosmetik di Indonesia. Menurutnya, angka ini belum termasuk impor ilegal yang disinyalir cukup besar.

"Bagaimana kita mengawasi penerapan aturan label berbahasa Indonesia? Karena masih banyak ditemukan di masyarakat, sehingga berindikasi itu ilegal," ungkap dia kala ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Putri melanjutkan, diperlukan peran para pemangku kepentingan khususnya pemerintah untuk dapat melindungi pasar domestik yang cukup besar. Menurutnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk menjaga agar produk lokal menjadi raja di rumah sendiri.

Adapun langkah tersebut, adalah membuat kebijakan yang pro pada kebutuhan pelaku usaha serta pemetaan keunggulan produk lokal. "Misal kita ada demand yang tinggi, dan pelaku usaha sudah bisa memenuhi, maka harus ada kebijakan yang melindungi," tutur dia.

Dia menuturkan, pemerintah perlu menarik investor yang ingin berinvestasi pada produk bahan pendukung. Hal ini bertujuan menambah nilai tambah produk lokal agar dapat bersaing. "Serta perlu adanya kerjasama antara peretail modern dan tradisional agar produk-produk dapat di display di toko mereka dan juga penerapan SNI dapat membendung impor yang besar," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini