Jadi Kebutuhan, Intip Prospek Industri Kesehatan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 320 2377935 jadi-kebutuhan-intip-prospek-industri-kesehatan-1HlfLQkMGN.jpg Industri Kesehatan Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Head of Division Corporate Rating Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indriarsih menilai, industri sektor kesehatan masih akan tumbuh positif dalam jangka pendek ataupun menengah.

"Pada tahun ini sektor industri kesehatan akan tetap stabil dan ke depannya karena sektor ini sangat dibutuhkan selama pandemi. Jadi kami memperkirakan sektor kesehatan akan mengalami pertumbuhan yang positif baik dalam jangka pendek dan menengah," katanya dalam Market Review IDX Channel, Senin (15/3/2021).

Baca Juga: Mendag Sebut Kosmetik Made in Indonesia Laris Manis di Malaysia

Dia menjelaskan, saat ini penetrasi pelayanan kesehatan yang masih rendah yaitusebesar 3 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) yang dialokasikan untuk belanja kesehatan.

"Kondisi pengeluaran kesehatan di Indonesia masih sangat rendah. Mungkin hanya sekitar USD 150 perkapita. Ini masih jauh di rata - rata global yang mungkin sebesar USD 2500 perkapita," terangnya.

Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Industri Kesehatan Indonesia Tak Cuma Jago Kandang

Namun, Ia memprediksi, pengeluaran untuk biaya kesehatan akan terus meningkat. Hal tersebut didukung oleh bonus demografi di Indonesia serta meningkatnya kesadaran kesehatan kelas menengah yang makin tinggi. Kemudian ada juga dari jumlah usia yang tua semakin meningkat dan adanya program jaminan kesehatan dari pemerintah.

"Hal - hal itu menjadi peluang bagi industri kesehatan di Indonesia. Jadi kami memperkirakan bahwa ada potensi pengeluaran kesehatan perkapitanya akan meningkat mencapai USD 200 dalam jangka menengah seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang akan membaik," tandasnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini