Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Jadikan Pertamina Tower sebagai Gedung Hijau di Dunia"

Ria Hapsari Putri , Jurnalis-Kamis, 20 Desember 2012 |10:12 WIB
Ilustrasi pembangunan proyek properti (Foto: Runi Sari B/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Rencana pembangunan Pertamina Tower mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sebab, jika terealisasi nantinya pembangunan gedung pencakar langit (skyscraper) ini akan menjadi landmark baru Indonesia.

Menyoroti hal ini, arsitek lansekap Nirwono Joga mengemukakan, hal pertama yang harus diperhatikan oleh Pertamina adalah apakah gedung tersebut sudah sesuai peruntukannya atau tidak.

"Maksudnya, gedung itu nantinya berdiri di daerah hijau atau perumahan horisontal. Kedua daerah tersebut tidak diperbolehkan adanya bangunan tinggi, sehingga perlu dicek ulang sudah sesuai tata ruang atau tidak," kata Nirwono, kepada Okezone, saat ditemui di Hotel Santika, Jakarta,  Rabu (19/12/2012).

"Karena sebagus apapun gedung yang dibangun kalau melanggar peraturan tetap akan menjadi jelek," tambahnya.

Hal berikutnya yang harus diperhatikan, menurut Nirwono, adalah menyangkut konsep bangunan hijau (green building).

"Sejak awal pemerintah menerapkan konsep bangunan hijau sehingga dapat ditempuh dengan cara memberi diskon khusus kepada pengembang yang ramah lingkungan dengan memberi biaya murah untuk perizinan," sebutnya.

Dia berpendapat, pengembang yang menerapkan teknologi ramah lingkungan, bisa diberi diskon untuk pajak bangunan, sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembang yang telah berani berinvestasi untuk bangunan hijau.

"Jadikan Pertamina Tower sebagai Gedung Hijau di dunia. Dengan adanya Pertamina Tower sebagai gedung hijau itu dapat menjadi contoh bagi bangunan di seluruh Indonesia," pungkasnya.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement