JAKARTA - PT Batavia Properindo Finance Tbk (BPFI) mencatatkan laba bersih pada akhir 2012 meningkat sebesar 29,44 persen, menjadi Rp29,27 miliar dari Rp23,284 miliar pada 2011.
"Peningkatan laba ini didukung oleh meningkat aset sebesar 43,6 persen menjadi Rp529,2 miliar dari Rp368,4 miliar 2011," kata Direktur Akuntansi dan Keuangan BPFI Indah Muliawan, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/4/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, total pendapatan dari usaha pembiayaan kendaraan bermotor roda empat meningkat dari Rp74,4 miliar, menjadi Rp92,5 miliar. Jumlah fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor roda empat diberikan meningkat dari 6.551 unit menjadi 7.256 unit. "Total pendapatan dari sewa guna usaha meningkat dari Rp911,1 juta menjadi Rp9,7 miliar," kata dia.
Dia menjelaskan, Batavia menargetkan perolehan laba bersih pada 2013 sebesar Rp37,5 miliar. Pada kuartal I-2013, profit perseroan telah meningkat dari Rp5 miliar pada 2011, menjadi Rp8 miliar," katanya.
"Kita tetap optimistis mencapai target laba sebesar Rp37,5 miliar hingga akhir tahun ini. Tapi, kita juga masih belum tahu efek dari kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang baru," tutur dia.
Dia mengatakan, Batavia Properindo akan segera mengevaluasi dampak dari kebijakan BBM, jika kebijakan tersebut sudah diberlakukan. "Untuk mencapai target kita akan terus mengembangkan kompetensi SDM kita dan meningkatkan pelayanan konsumen melalui pengkinian sistem informasi," tukasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)