Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Chatib: Asumsi Makro 2014 Masih Realistis

Dina Mirayanti Hutauruk , Jurnalis-Jum'at, 30 Agustus 2013 |15:01 WIB
Chatib: Asumsi Makro 2014 Masih Realistis
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Chatib Basri menilai asumsi makro 2014 yang telah disetujui DPR masih realistis. Kendati kondisi pasar keuangan dan pasar modal Indonesia saat ini masih mengalami krisis.

"Kalau menurut saya iya (realistis). Hari ini market-nya lumayan ya, dolar saja sudah bisa Rp10.950, IHSG naik kan. Itu artinya mengalami apresiasi, saya ikuti itu menit per menit," tutur Chatib, di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Chatib mengaku kemungkinan adanya perubahan asumsi tersebut akan kecil karena sudah tinggal menunggu keputusan di Badan Anggaran DPR.

"Saya kira kalau asumsi sudah disepakati, sudah diputuskan komisi 11. Kalau sudah diputuskan, tinggal di banggar. Berdasarkan itu nanti ditetapkan," tuturnya.

Chatib mengatakan jika dibandingkan dengan situasi global saat ini, target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen di 2014 masih relatif tinggi. Apalagi mengingat pertumbuhan ekonomi China dan India juga mengalami pelambatan.

Namun, dengan menjaga pertumbuhan di atas enam persen tersebut, maka defisit transaksi berjalan dapat dijaga pada level yang normal.

"Dengan pertumbuhan ekonominya enam persen, maka defisit current account bisa dijaga pada level yang normal karena 4,4 persen (saat ini) dianggap terlalu tinggi kan sama market. Sehingga kita harus slow down, jadi kalau mau defisitnya di tiga persen atau di bawahnya maka pertumbuhan ekonominya harus lebih bawah," tuturnya.

Dengan menjaga pertumbuhan ekonomi sedikit rendah, lanjut dia, maka tekanan pada neraca transaksi berjalan bisa diatasi.

Seperti diketahui, asumsi makro 2014 yang telah disepakati DPR antara lain pertumbuhan ekonomi enam persen, nilai tukar rupiah Rp10.500 per dolar Amerika Serikat (AS), inflasi sebesar 5,5 persen, dan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara 3 bulan sebesar 5,5 persen. (kie)

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement