Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Bulan Ini Transaksi Inalum Harus Selesai"

Hendra Kusuma , Jurnalis-Senin, 18 November 2013 |18:50 WIB
Logo Inalum. (Foto: Situs Inalum)
A
A
A

JAKARTA - Proses pengambilalihan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) mengenai besaran nilai pengambilalihan masih belum mencapai kesepakatan final. Padahal, pemberlakuan transaksi nilai buku pengambilalihan Inalum seharusnya bisa Minggu - Minggu ini.

Akan tetapi, Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menginginkan bahwa proses transaksi pengambilalihan PT Inalum akan rampung pada November tahun ini.

"Harus bulan ini, melakukan pengakhiran dan ada profesional price USD556,7 juta Saya maunya minggu depan kalau minggu ini sudah bisa diselesaikan, saya ngajaknya di Jakarta, biar kalian bisa ikut," ucap Hidayat usai Ratas Soal Inalum di Kantornya, Jakarta, (18/11/2013).

Hidayat menjelaskan, hari ini dirinya bersama Kepala BPKP Mardiasmo telah melakukan rapat terbatas (Ratas) Soal Inalum, di mana Ratas tersebut mengusung angka transaksi. Namun, Ratas tersebut belum mencapai kata persetujuan final.

"Rapat dengan BPKP, mengusung angka, harusnya kita kirimkan besok, tapi pak kepala BPKP (Mardiasmo) ngajakin kamis," tambahnya.

Hidayat menuturkan setelah mencapai kesepakatan pada Kamis ini, dipastikan sudah dapat menyetujui termination agreement. Di mana, pasca-persetujuan hal tersebut di tanda tangani oleh kementerian terkait, seperti Menteri Perindustrian, Menteri Perekonomian, Menteri Keuangan dan Menteri BUMN.

Selain itu, lambannya penyelesaian soal PT Inalum ini lantaran pemerintah ingin kesempurnaan dalam proses pengambil alihan PT Inalum. "Kemarin tim negosiasi yang kita berangkatkan untuk menyelaraskan angka, Kita sendiri yang ingin sempurna, supaya tidak ada celah kalau sudah menyangkut angka," jelasnya.

Oleh karena itu, Hidayat mengungkapkan belum sampainya pada kesepakatan final hingga saat ini juga lantaran pemerintah terus melakukan negosiasi untuk menghindari proses terjadinya abitrase.

"Abitrase, itu yang saya ingin hindarkan. Dan Kamis akan kita diskusikan final. Kalau sudah diambil pemerintah otomatis ke BUMN," pungkasnya.(rez)

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement