Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Isu Tapering Off Hantam Rupiah Di Akhir Pekan

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Minggu, 02 Februari 2014 |11:30 WIB
Isu <i>Tapering Off</i> Hantam Rupiah Di Akhir Pekan
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Laju nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan kemarin masih melemah. Laju Rupiah di awal pekan masih melanjutkan pelemahan dari pekan sebelumnya setelah sejumlah mata uang regional dan emerging market lainnya kembali mengalami pelemahan.

Laju Rupiah menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) berada di bawah support Rp12.188 per USD. Pergerakan harian Rupiah berada pada kisaran Rp12.276-Rp12.128 per USD.

Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, pelemahan Rupiah terutama setelah terimbas aksi jual masif dengan makin dekatnya pertemuan FOMC untuk membahas kemungkinan dilakukannya tapering off lanjutan.

"Perkiraan inflasi yang akan lebih tinggi secara MoM dengan meluasnya musibah alam serta melonjaknya nilai tukar ¥ karena pelaku pasar beralih pada aset yang lebih aman turut berpengaruh pada pelemahan laju nilai tukar Rupiah," jelasnya dalam riset Minggu, (2/2/2014).

Selain itu, aksi bank sentral Turki yang menaikkan suku bunga acuannya untuk mengatasi pelemahan nilai tukar Lira sempat memberikan tambahan amunisi bagi mata uang emerging market lainnya untuk menguat, termasuk laju Rupiah yang ikut terapresiasi setelah berada nyaman di zona merah.

Seperti diketahi, Bank sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya ke level 10 persen dari sebelumnya 4,5 persen dan juga suku bunga overnight lending nya ke level 12 persen dari sebelumnya 7,75 persen dan overnight borrowing dari 3,5 persen ke level 8 persen.

"Apresiasi Rupiah juga terbantukan dengan positifnya rilis data-data makro Korea Selatan dan kenaikan rating Morgan Stanley ke equalweight dari underweight. Tetapi, di akhir pekan kembali turun setelah menanggapi rilis hasil Meeting FOMC," tukas Reza.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement