Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tambah 10 Pesawat, Susi Air Siapkan USD50 Juta

Hendra Kusuma , Jurnalis-Rabu, 19 Februari 2014 |17:14 WIB
Tambah 10 Pesawat, Susi Air Siapkan USD50 Juta
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Sejak berdiri pada 2005, hingga saat ini Susi Air telah memiliki 113 destinasi dan 160 rute. Sedangkan total kepemilikan pesawat, Susi mengaku telah memiliki 49 pesawat dengan berbagai tipe.

Pada 2014, CEO Susi Air Susi Pudjiastuti mengatakan, Susi Air  akan menambahkan sekitar 10 pesawat. Di mana, empat pesawat berjenis twin engine yang berasal dari Amerika, dan enam pesawat single engine yang berasal dari Swiss.

"Kalau kita rencana ambil twin empat, dan singlenya enam, sekitar USD30 juta-USD50 juta," jelas Susi saat konferensi pers di Gran Ballroom Kempinski, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Susi menjelaskan, dana yang tidak kecil tersebut akan diperoleh dari perbankan BUMN yang selama ini telah menjadi mitra Susi Air, yakni BRI dan BNI. Namun, dirinya masih belum bisa memastikan, untuk penambahan 10 pesawat baru pada tahun ini, kedua perbankan pelat merah tersebut akan memberikan pinjaman atau tidak.

"Mungkin akan ke bank yang sama paling tidak cari bank yang lain, kita cari yang bekas (pesawatnya) jadi tidak perlu pesan," tambahnya.

Tidak hanya itu, lanjut Susi, bagi pesawat yang berjenis single engine tersebut dirinya sudah berkeyakinan akan membeli dari Swiss. Akan tetapi, untuk yang twin engine dirinya masih membuat daftarnya terlebih dahulu.

"Karena itu bidang baru untuk kita, jadi yang twin rencananya di list dulu sebelum kita tentukan mau beli yang mana," tutupnya.

Susi mengungkapkan, penambahan 10 armada barunya ini akan dilakukan secara bertahap di sepanjang 2014. Dirinya juga mengaku untuk penambahan pesawat ini, manajemen Susi Air tidak perlu repot memesan 10 pesawat tersebut, lantaran pesawat tersebut pesawat second atau bekas.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement