JAKARTA - Program Jaminan Kesehatan Masyarakat sejak 2005 sampai 2014 ini menjadi tonggak bersejarah bagi rakyat Indonesia. Ini ditandai dengan dimulainya Badan Penyenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan pada 1 Januari 2014.
Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mengatakan, dengan sistem tersebut peserta BPJS berhak mendapat pelayanan kesehatan dan pengobatan apa pun penyakit yang dideritanya.
"Ini merupakan kebijakan publik yang bukan saja inovatif, namun juga revolusioner. saya sadar betul bahwa implementasi BPJS ke depan akan masih banyak mengalami tantangan, terutama tantangan sumber daya manusia, finansial dan logistik," ujarnya dalam pidatonya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).
Dia yakin, dengan kerja keras semua pihak, maka hambatan dalam BPJS akan dapat diatasi. Selain itu, dia mengatakan Indonesia patut berbangga, karena kini memiliki salah satu sistem Jaminan kesehatan terbesar di dunia.
"Hingga awal Agustus 2014, BPJS telah memberikan jaminan kesehatan untuk lebih dari 126,4 juta penduduk. kita berharap dengan upaya yang gigih, pada 2019 jaminan kesehatan akan mencakup seluruh penduduk di seluruh Tanah Air," tutupnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)