Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APBN Defisit Dekati Ambang Batas, Purbaya Akan Rombak Kinerja Pajak dan Bea Cukai

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 08 Januari 2026 |21:05 WIB
APBN Defisit Dekati Ambang Batas, Purbaya Akan Rombak Kinerja Pajak dan Bea Cukai
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peringatan keras terhadap kinerja internal kementeriannya, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Hal ini menyusul realisasi defisit APBN 2025 yang melebar hingga 2,92 persen, mendekati batas maksimal legal sebesar 3 persen.

Purbaya mengakui adanya ketimpangan antara upaya pemerintah mendorong ekonomi dengan realisasi penerimaan negara. Ia menyoroti keluarnya dana sekitar Rp80 triliun ke Badan Pengelola Investasi Danantara yang ternyata belum mampu ditutup oleh pertumbuhan pendapatan negara.

"Jadi gini, saya lihatkan kita melakukan beberapa effort untuk mengurangi pendapatan karena 80 triliun keluar ke Danantara, ternyata enggak nutup tuh. Malah berkurang, turun sedikit kan berapa tuh Rp1.034 atau 1.017 income tax-nya. Jadi itu beri pesan ke saya, bisa enggak sih sesuai? Enggak bisa. Kalau kita begini terus tahun ini pasti gitu kurang juga," ujar Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1/2026).

Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras terkait kebocoran dan potensi manipulasi dalam sistem penerimaan negara. Pesan ini disampaikan secara implisit dalam pertemuan di Hambalang beberapa waktu lalu.

"Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan Presiden di Hambalang, dia bilang 'Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai?' Itu pesan ke saya dari Presiden walaupun dia enggak melihat ke saya," ungkap Purbaya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement