Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jejak Mahendra Siregar di Perekonomian Indonesia

Widi Agustian , Jurnalis-Jum'at, 24 Oktober 2014 |13:01 WIB
Jejak Mahendra Siregar di Perekonomian Indonesia
Jejak Mahendra Siregar di Perekonomian Indonesia. (Foto: Mahendra Siregar (kanan)/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mahendra Siregar telah mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dirinya menjabat sejak 1 Oktober 2013.

Bagaimana latar belakang Mahendra di perekonomian Indonesia? Berikut ulasanya seperti dikutip BKPM.go.id, Jumat (24/10/2014).

Mahendra adalah Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986, dan menerima gelar Master di bidang Ekonomi dari Monash University pada tahun 1991.

Mahendra Siregar bergabung dengan Departemen Luar Negeri pada tahun 1986 dengan penugasan pada beberapa perwakilan Republik Indonesia, termasuk sebagai Sekretaris III bidang Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia di London (1992-1995) dan Konsul bidang Informasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC (1998-2001).

Pada akhir tahun 2001, Mahendra Siregar menjabat sebagai Asisten Khusus Menteri di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, kemudian diangkat sebagai Deputi Menko Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional pada bulan Mei 2005.

Mahendra Siregar kemudian diangkat sebagai Ketua dan CEO Indonesia Eximbank pada bulan September hingga Desember 2009.

Lalu, dipercaya sebagai Wakil Menteri Perdagangan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 November 2009.

Sebelum pengangkatannya sebagai Kepala BKPM, Mahendra Siregar adalah Wakil Menteri Keuangan sejak 19 Oktober 2011.

Selain itu, juga pernah menjabat sebagai wakil Asia di UNFCCC Adaptation Fund Board antara tahun 2007-2009, dan menjadi anggota Tim Presiden pada KTT G20 sejak London Summit 2009.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement