Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

CEO Sidomuncul: Saya Inginnya Jadi Arsitek, Tapi Malas Belajar

Hendra Kusuma , Jurnalis-Jum'at, 05 Desember 2014 |19:14 WIB
CEO Sidomuncul: Saya Inginnya Jadi Arsitek, Tapi Malas Belajar
Ilustrasi jamu Sidomuncul. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Siapa yang menyangka seorang yang tidak pernah memiliki keinginan untuk menjual jamu, malah sukses dari penjual minuman tradisional warisan leluhur tersebut. Itulah yang kini terjadi pada Irwan Hidayat.

CEO Sidomuncul ini mengaku sebelum meraih kesuksesan sebagai penjual jamu, dirinya hanya ingin menjadi seorang arsitektur.

"Saya tuh enggak pingin jualan jamu. Inginnya jadi arsitek, tapi enggak pernah belajar," kata Irwan usai acara Kuliah Umum Magister Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Namun, keinginan tersebut sirna lantaran dirinya menjadi kandidat tunggal sebagai penerus bisnis orangtuanya, yaitu bisnis jamu. "Ya sudah saya masuk situ. Enggak ada pilihan lain. Kalau Bu Susi kan milih. Kalau saya enggak ada pilihan lain," tambahnya.

Bahkan, saking tidak memiliki bekal pendidikan yang cukup, Irwan mengaku sempat dijuluki sebagai "bangsawan". Itu merupakan singkatan dari bahasa Jawa, yakni bangsa tangi awan atau orang yang bangunnya siang.

"Nah iya saya gitu. Rambut gondrong, enggak sekolah, enggak punya bidang formal. Enggak ada pengalama kerja. Ya begitu terus. Akhirnya enggak punya tempat lain," ujar dia.

Sampai pada suatu saat, lanjut Irwan, dia menyadari bahwa berjualan jamu atau bisnis jamu merupakan pilihan Sang Pencipta untuk dirinya. "Saya lahir, tapi penyakitan. Saya doang yang paling jelek dari 46 cucu nenek saya. Sakit-sakitan. Akhirnya ya sudahlah, saya sadar di dunia ini engga ada yang kebetulan," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement