“Jadi begini, kalau untuk kekhawatiran itu menurut saya enggak terlalu beralasan. Memang terjadi pelemahan, memang terjadi outflow, tapi BI selalu ada di pasar, BI hadir di pasar dan kita lakukan intervensi," papar Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacob saat ditemui di Gedung BI, Selasa (16/12/2014).

Pihaknya juga menyebutkan bahwa BI tidak akan membiarkan Rupiah bergejolak dengan tajam. Meskipun begitu, BI tidak mematok Rupiah pada level tertentu.
"Kita enggak membiarkan rupiah berfluktuasi secara tajam, tapi kita memang tidak punya target level. Kita enggak punya target level tertentu. Yang kita lakukan adalah membuat fluktuasinya menjadi lebih smooth," tukasnya.
Sebagai informasi, pada pembukaan perdagangan pagi, Rupiah anjlok hampir menyentuh Rp12.900 per USD.
Melansir Bloomberg, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 172 poin ke Rp12.885 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.713 per USD.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.